Total Pageviews

Thursday, March 20, 2014

Mempersiapkan aplikasi MICROSOFT ACCESS.

PROYEK MEMBUAT PROGRAM PENERIMAAN SISWA BARU

1.    Buka aplikasi Microsoft Access
2.    Klik File New
3.    Pilih Blank Database















4.    Create nama file database

Ketik Nama File
 


















a. Membuat  Tabel

1.    Buat tabel dengan create table in design view



















2.    Klik 2 x create table in design view sehingga terbuka jendela seperti dibawah ini :



















3.    Masukan nama-nama field































4.    Tentukan primary Key (Contoh :No_pendf)
5.    Setelah itu klik close pada pojok kanan atas
6.    Klik yes, lalu beri nama tabel (contoh:daftar) kemudian klik OK











7.    Hasil dari pembuatan tabel tersebut di atas akan tampak seperti gambar di bawah :

 















b. Membuat Queries

1.    Klik Queries pada bagian objects





















2.    Klik 2 x Create query in Design view sama seperti membuat table.

Akan tampil daftar queries sebagai berikut :


















3.    Pilih nama table dalam daftar Show Table kemudian klik Add.

Tampilan daftar query1 sebagai berikut :
















4.    Klik 2 x nama field yang ada pada tabel daftar sehingga nama-nama field tersebut tersimpan dalam daftar queries seperti pada gambar diatas.


5.    Pada kolom Jml_nilai masukan rumus pembobotan setiap mata pelajaran. Pembobotan dibuat sesuai aturan yang ada. Contoh PPKn, Bah_ind, IPS dikalikan 1, IPA, Matemt dikalikan 4 dan Bah_ing dikalikan 3.

Rumus Jml_nilai :
([PPKn]+[Bah_ind]+[Matemt]+[Bah_ing]+[IPA]+[IPS]).
Dapat dilihat pada gambar dibawah.










6.    Buat Rumus untuk Nilai x bobot.

Rumus Jml_x_bbt :
(([PPKn]+[Bah_ind]+[IPS])+([Matemt]*4)+([IPA]*4)+([Bah_ing]*3)).
Dapat dilihat pada gambar dibawah.








7.    Kemudian klik tombol close pada sudut kanan atas,








c. Membuat Form

1.    Klik Form pada Objects
 




















2.    Klik 2 x Create form by using wizard akan tampil  form wizard



















3.    Pada Tables/Queries pilih Table : daftar kemudian Pindahkan semua field Available field ke Selected Fields dengan menekan tombol

















4.   Kemudian klik
Akan tampil  jendela seperti tampak di bawah ini :


















Kemudian klik

Pada tampilan berikut Anda dapat memilih diantara beberapa alternatif untuk dipakai sebagai bentuk tampilan form. Misalnya Anda memilih stone ...


















5.    Kemudian klik



















6.    Berikan nama form yang akan kita buat (contoh : daftar)
7.    Kemudian Klik Finish



















d.  Mengatur Form

1.    Buka form daftar




















2.    Buatlah Header Form dengan mengklik icon           desain View pada menu View, dan akan tampil :






















3.    Drag bar antar Form Header dan Detail sehingga terbentuk satu baris kosong



4.    Isikan Kata “PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN 2004”



























  1. Untuk mengisi Form Header klik
Kemudian klik daerah Form Header dan
Ketikkan kata-kata diatas
Untuk mengedit letak label klik 2 x labelà geser letak
          Label keposisi yang Anda Inginkan









6.    Pada field Jml_nilai masukan rumus penjumlahan semua nilai dengan mengklik 2 x field Jml_nilai sebelah kanan




























7.    Edit Control Source dengan memasukan rumus klik akan muncul jendela Expression Builder
Oval Callout: Klik disini















8.    Masukan rumus yang kita rencanakan





















9.    Untuk menuliskan rumus cukup dengan mengklik 2 x nama field yang berada di form contohnya field PPKn simbol matematika yang kita gunakan tinggal klik yg ada pada bagian bawah ruang rumus.
10.    Setelah selesai klik OK kemudian klik close pada pojok kanan atas Text Box
11.    Buat Rumus jumlah nilai kali bobot setiap mata pelajaran dengan mengkilk 2 x field Jml_x_bbt














12.     Langkahnya sama dengan cara memasukan rumus pada Jml_nilai
13.     Masukan rumus pada pada jendela Expression Builder









14.     Setelah selesai klik OK kemudian klik close pada pojok kanan atas Text Box
15.     setelah semua rumus selesai klik datasheet view             

16.     Sekarang kita dapat memasukan data yang ada

MEMBUAT DATABASE PENJUALAN PADA KOPERASI
Bagaimana cara untuk memulai membuat database pada Ms.Access 2007 :
1.      Klik Start pilih Program lalu pilih Microsoft Access
2.      Setelah terbuka klik Blank Database, Pilih lokasi database di D:\ masukkan file name misalkan Aplikasi Penjualan barang di Koperasi kemudian klik“Create”. Maka kita sudah masuk ke Database yang akan dirancang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3sHzhyxWa1k5Iw9GUvNxCvC1PZyygEGQZArcVNDICR59AkdMLdBlHM-0y6Bxz2c2uM06ly-MdiJSXTgDhMwUskbQKPpctvPu1VIABhkwk8TTfDcZ6Y5UJOLNwM2YDB15t8xSdGU2UBz5L/s400/Gambar+1.png
 1.      Langkah selanjutnya kita harus membuat table, table-table yang kita buat yaitu :
a) Tabel_Barang
b) Tabel_Karyawan
c) Tabel_D_Penj
d) Tabel_H-Penj

 a)      Tabel_Barang
Untuk membuat tabel barang caranya, klik Create pilih Table lalu savedengan nama Tabel_Barang lihat gambar dibawah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHFZRujZm72B-RsqyAMuA5i38fE4OBkpP_SP0eRmWqtF5P082wqeQY1N-reLQlDY3uhKZMxfr6EGYbKjoWmNs5OK2urkAq_3gLN2_t57AFjhl1_Dthhb-pmowM7S4DnLzRB4-EoGLv2PZV/s320/Gambar+2.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhitA9exDEe-MUNfK1acEb1QdCUV01QAR-kxcsWvUaxSUAZtVWJiceyYuJVRLjKv0ZJiymUAjilplzZ575vJw4rpYeJLaINZsZA35vOcZRBIvknPy7q1rXEb6W_SfJ1t_CCuL5vJxJhlZpK/s320/Gambar+3.png



Setelah itu kita mulai design table beserta menentukan field-fieldnya, caranya klik kanan pada Tabel_Barang kemudian pilih DesignView , dan tentukan PrimaryKey nya pada kode_barang seperti gambar dibawah ini :


Setelah dibuat Design nya, lalu klik kanan pada Tabel_Barang kemudian pilihopen, lalu masukkan 10 database seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipA6YXLtPfgrSrcEd-QpQ6rUBjoNpt0yRTtmxhfjpZJCnEB_w0Ueogu7chK-KrZu5MzBfzt8ZryKD9BQ_KqOzq1u7S0eJEOdDH5igKmUorjIR5kURvbxaCvH89Ly2W_oyFWekDHYPc9lL8/s400/Gambar+5.png


Setelah selesai selanjutnya kita buat Tabel_Karyawan :

b)      Tabel_Karyawan :
Buat tabelnya sama seperti diatas hanya lalu Desain Viewnya kita buat lagi, lihat gambar dibawah ini  :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizKeNvTEKhGm1tQHw9K339fgEDVvafCsxhnNuujG04FIXX4OpJjw2Sdx5gcIuoeQy-tZeyIrYsGcC8YwCxmObGq1AifkaUlJ7nDwP27Nk6jJpGBFrn6Avf4sD6ss3StDWkC4l-ouMNi_Mz/s320/Gambar+7.png


Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_Karyawan kemudian pilih open, lalu masukkan 10 database seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhurE-f0rl-3MjeKTXuIe1eg_vDItCDrtUHRhmaCs7ksdjoq2aHbuCFkxLEcBn9ISkirKu49OH2SBDVH_AZ0XWmc92LmoDLoVCaJZouhtrhBgRnzTeNeHepiARsxvSZXsZvdWTVcl1uf0M5/s320/Gambar+6.png



Setelah dibuat kita lanjut membuat tabel detail penjualan :


c)      Tabel_D_Penj
Buat tabel baru, kemudian DesignViewnya, buat seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhlNTCMwfACvOPECN9PiZXf_RRfZu7NJyqewpTKYkSylsfflC2peFBJ6KoAaM-mUiGee6Q_rwcjY1b8KKNrkphHF51qkPhxtYxpyoRtAnvNNGcdDS-S1dXz6t4IGqAY_KY5bqQU7oI_Zpr/s320/Gambar+8.png


Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_D_Penj kemudian pilih Open, lalu masukkan 10 database seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1abdcPCVy4u_kfJKC68ZZ2B8fuqFYZpkak5CHJ6kjz6iQypnMt-uHzdB6oiTePriOZb_M4GzBN5kp9zoCFabnGqmnHcvefWnsJOkdYjBh7nHGtkUtid_sBThdtvsVnaP5AcbcsCoR1n5i/s400/Gambar+9.png


Setelah dibuat, terus yang terakhir kita membuat tabel header penjualan :


d)      Tabel_H_Penj
Nah, kalian sudah ngerti kan tinggal saya kasih DesignViewnya nih, lihat gambar :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheAVg8AAXYEQ2wzk_fzsSw2JD80lWbv3UtReOqUgb8u2sZ1RbW5qn-sfebOk-RntczhyxPyPU6MlxopGGIPHVIxS4d8JBEIWEcDFYQemF0LIrORGzedYbr12LWQPYiATZjS8EOOe1-6zW-/s320/Gambar+10.png



         Setelah itu masukkan 10 record databasenya, seperti gambar :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8a0mM5q6-DPxHsqINzOZUYG0XKynnwsU_BOCoMnk3WCIov8Rvlcsp4a8Mow7DELxDGWy0zH9twNy95ViRw8tG5dUU6Bd-9fihS3w8OkSkzDKeOwEYs8yRER35iD2aeEEUkWUw2gdJxvJA/s320/Gambar+11.png

Nah, tabel sudah kita buat semua lalu langkah selanjutnya kita harus menghubungkan (Relationship) tabel-tabel tersebut :


Caranya adalah :
Buat relasi antara tabel-tabel tersebut dengan mengklik “Database Tool” dan“Relationship” kemudian akan muncul Show Tabel, setelah itu pilih semua tabel lalu klikAdd, maka akan muncul tabel-tabel tersebut pada Relationship, seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBc_8cgN8bGjeyqhJxgCFWvCM_7xUIa1HpQxAhTiy_I_fVE6PtE0eAR3_bgISpeGCIDmF7O6c546Y4kLZ4VhyphenhyphenAtI_GpORw9U_oS1m0plBz8GN572_U9ZKRN2RR0m6wB2YmlKiyR8kGxpVH/s320/Gambar+12.png


Untuk membuat relasi drag Primary Key ke Kunci tamu pada tabel lain. Sesaat setelah melakukan drug dari Primary Key ke Kunci tamu di tabel lain, akan muncul jendela konfirmasi, klik Create. Lihat gambar dibawah ini :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW9jjmRLFrjk4amGoUxxj-IvQOgQPkv3u0S7DXio3iUVAHc6r98ySfc8TvfL_kojd3iwhIqylXguH9LWSOwtCG6_ZajkyCH0Dqw0bLsdH90pwmfCVa-cb3JSppJ34fmWiU1WvZdGpWzR_K/s320/Gambar+13.png


 Relasikan tabel-tabel tersebut sehingga seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4oTSAX1mrlAGEMSefc4GWLvCBuCgMchL9i1Ak0kJ_zP71ZEKM_bbCrkNzoWSchER99bXjp-zqJQeYFTRhKeiMLCg0dbcBnV-wHPS96rs3G2jqc981owpG8feegEQg_hQUc4VeCLxbeil3/s640/Gambar+14.png


Maka tabel-tabel tersebut akan saling berhubungan ketika kita input transaksi.
Dibawah ini adalah tampilan tabel-tabel yang telah kita relasikan.

A)    Tabel Barang



 B)    Tabel Karyawan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV-4BCt-_ZrOgpuNJlam0jmsxHGwOxjP7QIsRTx_BI4BqIItI-TcaO8hmmxZO7qEPBfPOuU9E9k2TVUDa_sgAOJpK1eaU8JeKYKFGrueqT5EIMOT6eUjzmfEyVfn3ABihuuASL_GgHtSmQ/s400/Gambar+17.png


C)    Tabel Header Penjualan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaXHIk_YgqVGt3AjldyP9q4207FrtS5UXUwXerao9eQYFHhITHgH_Nfs3rxmck42xJGVyMxHEi2dkX6UCyiQfWP_7apS3Kqjsq_S8Gpv5WgRKa35sjbssXy08T-F1aXqQF4Wr1tx7RT3O4/s400/Gambar+18.png


Selanjutnya untuk membuat operasi penghitungan transaksi pada tabel detail penjualan, kita harus membuat Query, caranya adalah :
1.      Klik Create, lalu pilih Query Design setelah itu pilih tabel detail penjualanlalu Klik Add klik Close
2.      Pada jendela Query buat Query seperti gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGztaZRuEpasW9xXcWGczDzymcnnH_WsECCIpPgFpjkyfVuQKwimAh_O112nNo3iq1y3AH6znC74yB_c4Gkbu5se-mPfycpRljpmVzUENLUAkhQE0YyhdGcgm8emZcLmLkRdo6E2_b9aZ6/s640/Gambar+15.png


3.      Pada kolom terakhir pada field ketikan “ Total_Harga = [Harga] * [Jumlah] “, maka setelah dijalankan hasilnya seperti gambar berikut :


 4.      Simpan Query dengan nama : query_d_penj

Sekian dulu untuk postingan saya kali ini, semoga bermanfaat....
SELAMAT MENCOBA...






Materi Storyboard.


Storyboard adalah serangkaian sketsa dibuat berbentuk persegi panjang yang menggambarkan suatu urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi multimedia. Storyboard menggabungkan alat bantu narasi dan visual pada selembar kertas sehingga naskah dan visual menjadi terkoordinasi [1].
Dalam kata lain storyboard dapat diartikan sebagai alat perencanaan yang menggambarkan urutan kejadian berupa kumpulan gambar dalam sketsa sederhana. 2. Mengapa Perlu Storyboard. Storyboard berperan menjadi gambaran dasar dari sebuah produk yang akan kita bangun berikutnya, ini merupakan cetak biru atau algoritma dari apa yang akan kita bangun.
Pada awalnya storyboard merupakan kumpulan dari kertas gambar yang berisi rangkaian-rangkaian kejadian dalam sebuah produksi film, termasuk film animasi. Hal ini akan menjadi kerangka dasar bagi sutradara atau pembuat scenario tentang bagaimana sebuah film seharusnya berjalan. Begitu pula halnya dengan pembuatan aplikasi multimedia interaktif. Biasanya pembuatan Multimedia interaktif melibatkan beberapa orang dalam sebuah tim, setidaknya melibatkan dua orang pakar, seorang pakar yang mengerti konten materi pembelajaran dan seorang lagi seorang pakar dalam cooding program atau yang mengkompilasi materi pembelajaran menjadi suatu program aplikasi multimedia pembelajaran yang interaktif (MMI).
Jadi diharapkan dengan sebuah format storyboard yang dibangun bisa dibaca dengan mudah baik oleh sang pembuat ataupun oleh orang-orang yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut dan mengerti urutan kejadian yang dimaksudkan oleh storyboard tersebut.

Secara lebih rinci storyboard dalam pembuatan multimedia interaktif diperlukan agar dapat:
a.   Memahami alur gambar/cerita yang dibuat secara sistematis sehingga kecil kemungkinan ada bagian penting yang terlewatkan.

b.   Tidak lupa dengan alur gambar/cerita yang sudah kita rencanakan (sebagai pedoman atau pengingat) pada saat pengambilan gambar atau video maupun editing gambar atau video yang telah diambil.
c.       Mudah membaca isi cerita secara visual.
d.   Dapat memilih rekaman yang akan diambil sesuai kebutuhan sehingga tidak akan terjadi pemborosan bahan baku shooting (kaset) Sehingga video/animasi yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Pada umumnya penulisan storyboard dan storyline sering menjadi satu kesatuan yang saling mendukung terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat :
a. Bentuk adegan/potongan-potongan gambar sketsa
b. Bentuk (alur cerita) untuk memperjelas gambar sketsa
c. Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu)


contoh story board :


        TUGAS RUMAH !

1.     Apa fungsi dan tujuan dari storybard?

2.   Sebutkan hal yang harus diperhatikan dalam pemenuhan syarat – syarat storyboard untuk pembuatan produk multimedia !
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb5IQdbgYdhPorigS7CBtLDasJSoWrMmokK-_J3l_OsGJICT5KaoeB0OpM5xNJyoh2lU8vqDdz_FeMhk5t5VtpweRdUh_a8R4YESg8vXtNNiAVyMP78G8cjDVXOdwUcOxpPBAjuEk0hshP/s1600/storyboard1.jpg
3.     Apa yang dimaksud dengan Scanning dan implementasi dalam pembuatan storyboard ?
TATA CAHAYA

Filter Cahaya

Perlu diperhatikan bahwa warna benda transparan (misalnya filter cahaya), sangat bergantung pada warna cahaya yang diteruskan. Sedangkan pada warna benda tidak transparan (seperti batu, daun dan lainnya) tergantung pada warna yang dipantulkan. Jadi filter cahaya juga berfungsi sebagai penerus warna-warna tertentu.


Teknik Pencahayaan

1.      Fungsi Pencahayaan
Dalam kehidupan sehari-hari cahaya berfungsi membantu identifikasi objek oleh indra penglihatan/mata. Di bidang sinematografi pencahayaan memiliki fungsi fungsi berikut:
-   menyinari obyek yang akan berhadapan dengan camera,
-   menciptakan gambar yang artistik,
-   membuat efek khusus,
-   menghilangkan bayangan yang tidak perlu / mengganggu.

2.      Jenis Cahaya
Penjeniasan cahaya pada sinematografi dan fotografi didasarkan pada fungsi pencahayaan tersebut. Berdasarkan fungsinya jenis cahaya terdiri atas (1) cahaya kunci/cahaya utama (key light), (2) cahaya pengisi (fill light), dan (3) cahaya belakang (back light).

Key light adalah cahaya yang lengsung mengenai objek dan bersifat dominan. Kebanyakan key light searah dengan kamera. Untuk tujuan menciptakan efek tertentu key light dapat ditempatkan di samping kamera sehingga cahaya mengenai sebagian objek.

Fill light adalah cahaya yang berfungsi mengisi. Key light yang mengenai salah satu sisi menimbulkan bayangan di sisi lain. Fill light berfungsi menimpa/menghilangkan bayangan key light. Fill Light juga berfungsi meratakan intensitas sinar pada ruangan. Jumlah fill light biasanya lebih dari satu disesuaikan dengan kebutuhan penghilangan bayangan. Back Light berasal dari belakang obyek, dan biasanya digunakan sebagai pembentuk gambar artistik dan memperkuat kesan (siluet, angker, misterius).






MEMAHAMI PENGGUNAAN PERALATAN TATA CAHAYA

E.   PERALATAN TATA CAHAYA UNTUK FOTO DAN VIDEO

Di bawah ini beberapa peralatan dan perlengkapan studio foto atau video, diantaranya :
1.      Ruang Studio
Luas ukuran minimal dari studio foto tergantung dari jenis foto apa yang akan dihasilkan, jika hanya Pas foto tentu saja tidak memerlukan ruang studio yang luas seperti pada foo keluarga aau grup yang memerlukan ruangan yang besar. Jadi tidak ada ukuran maksimal atau minimal dari studio tersebut.
Pada tahap awal studio dapat berukuran 3 x 4 m atau 4 x 6 m pertimbangannya menyangkut perlengkapan yang harus disimpan seperti kamera, lampu background dan lain-lain.

2.      Kamera dan Lensa
Ada tiga jenis kamera saat melakukan pemotretan di studio, yaitu kamera format kecil yg biasa disebut kamera 35mm, kamera medium format dan kamera format besar. Setiap kamera memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk pemotretan portrait, biasanya digunakan kamera format medium, sedangkan pemotretan still life memakai kamera format besar. Akan tetapi bukan berarti kamera format kecil atau kamera 35mm tidak dapat digunakan untuk pemotretan studio. Saat ini sudah banyak studio foto yang memakai kamera dengan format 35mm untuk pemotretan portrait di studio.

3.      Cable Release
Fungsi dari alat ini adalah sebagai pengganti tombol pelepas rana. Alat ini akan memudahkan fotografer ketika menekan tombol pelepas rana sehingga mengurangi risiko bergoyangnya kamera (shake) terutama pade pemotretan dengan kecepatan rana rendah atau bulb.

4.      Electronic Flash Head
Electronic Flash Head atau lampu flash studio adalah lampu yang menyalurkan gas seketika dan memproduksi cahaya berdurasi singkat.

5.      Kabel Sinkronisasi
Kabel ini berfungsi sebagai pemicu agar lampu studio menyala yang mana kabel ini menghubungkan kamera dengan lampu studio.

6.      Triger dan receiver
Alat ini dipasang di kamera dan lampu studio agar lampu studio bias menyala saat tombol rana kamera ditekan, pemasangan alat ini dimaksudkan agar fotografer dapat leluasa bergerak tanpa direpotkan oleh kabel sinkronisasi yang terpasang dikamera.


7.      Alat Pengukur Cahaya/Flash Meter / Light meter
Alat ini mengukur cahaya yang dikeluarkan oleh lampu studio dan digunakan untuk menentukan bukaan diafragma yang seharusnya di pakai dikamera, Sebelum menggunakan alat ini dilakukan penyetelan kecepatan rana dan iso yang digunakan

8.      Alat pengukur Suhu warna / Color Meter
Untuk mengetahui suhu warna/white balance yang tepat dari sumber cahaya yang digunakan pada saat pemotretan berlangsung digunakan alat pengukur suhu warna atau color meter. Alat ini menginformasikan mengenai tinggi rendahnya suhu warna sehingga bias didapat nilai dari white balance yang akan disetting di kamera atau penggunaan filter warna yang tepat untuk kamera.
Suhu warna atau white balance dari lampu studio yang masih baru biasanya berkisar 5500 Kelvin atau lebih sehingga hasil yang didapat menjadi kebiru-biruan dan seiring dengan pemakaian dari lampu flash studio tersebut suhu warna berangsur-angsur turun hingga bisa mencapai 4300 Kelvin dan menjadi kekuning-kuningan. Dengan alat pengukur suhu warna tersebut maka akan bisa didapat suhu warna yang tepat.

9.      Standar Reflektor
Biasanya setiap pembelian lampu flash studio dillengkapi dengan standar reflector yang menghasilkan cahaya yang langsung dan keras.

10.  Reflektor
Reflektor digunakan untuk memberikan cahaya tambahan yang merupakan pantulan dari cahaya utama, reflector dipasaran terdiri dari 3 warna yaitu putih, perak dan emas dimana masing-masing warna mempunyai karakter dari pentulannya tersebut.

11.  Payung Studio
Payung Studio digunakan untuk menghasilkan efek bayangan yang lebih halus serta pancaran cahaya yang lebih luas di bandingkan dengan standar reflector. Alat ini sangat efektif digunakan pada pemotretan yang membutuhkan cakupan area cahaya yang luas, namun dibanding dengan standar reflector pancaran cahaya dari payung ini lebih sulit di arahkan.

12.  Softbox
Softbox digunakan untuk menghasilkan efek cahaya yang lebih halus lagi dibandingkan dengan payung, cahaya yang dihasilkan lebih terarah karena cakupan cahaya yang dihasilkan softbox lebih terbatas, ukuran softbox juga mempengaruhi hasil yang didapat, semakin besar ukuran softbox akan semakin lembut cahaya yang dihasilkan. Softbox dapat menghasilkan efek bayangan persegi pada mata model.

13.  Octo Dome
Octo Dome sama seperti Softbox menghasilkan efek cahaya yang lebih halus dan cahaya yang terarah, selain itu octodome menghasilkan efek bayangan segi delapan pada pupil mata model.
14.  Snoot
Snoot digunakan untuk mengarahkan pencahayaan ke bagian tertentu saja agar mendapatkan efek spot, Alat ini biasanya digunakan di diatas dan dibelakang objek untuk menyinari rambut sehingga objek terpisah dengan latar belakang. misalnya untuk Hairlight

Jenis Pencahayaan

Ada 4 model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.

1.      Ambient lighting, yaitu pencahayaan seluruh ruang. Secara teknis ambient lighting artinya total sinar yang datang dari semua arah, untuk seluruh ruang. Sebuah lampu diletakkan di tengah-tengah ruang hanya salah satu bagian dari ambient lighting. Tetapi bila ada sinar yang datang dari semua tepi plafon, misalnya, terciptalah ambient lighting. Dalam membuat ambient lighting, sinar haruslah cukup fleksibel untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di ruangan. Tidak mungkin ruang makan selalu romatis.

2.      Local lighting, atau pencahayaan lokal. Pencahayaan jenis ini ditujukan untuk aktivitas sehari-hari. Misalnya: membaca, belajar, memasak, berdandan dan sebagainya. Pencahayaan dimaksud untuk membuat mata tidak cepat lelah

3.      Accent lighting, atau pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen. Selain contoh di atas, pencahayaan jenis ini bisa dipakai sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Pencahayaan seperti ini dapat membimbing pengunjung untuk melihat suatu barang atau koleksi tertentu.

4.      Natural lighting, alias sinar matahari bahkan cahaya bulan. Bila di desain sejak awal, pemanfaatan cahaya matahari juga dapat membuat ruangan menjadi terang.


TUGAS RUMAH!

1.      Apa fungsi dan tujuan dari Tata Cahaya(Lighting)?
2.     Sebutkan apa saja spectrum warna cahaya! Dan mengapa kita dapat melihat warna merah pada benda yang berwarna merah?
3.     Jelaskan tujuan tata cahaya dalam mendapatkan gambar yang sesuai dengan naskah rencana produksi?




Cara buat blog pemula

Touring menuju wisata kopeng Salatiga milenial